Langsung ke konten utama

T I R A I



Tak ada yang bisa menebak seberapa dalam lautan sesungguhnya.
Sama halnya jika kita bertanya mengapa matahari tak henti-hentinya bersinar.
Segala yang terjadi tersirat bersama waktu.
Terbang melayang tak tentu arah.
Namun selalu ditempatkan pada bagian-bagian yang menjadi proses tuk mendapatkan kemuliaan.
Mustahil bukan kata yang tepat tuk menggambarkan hakikat kehidupan.
Sebab kita terdiri dari unsur-unsur yang mengandung kepastian.
Memaknai arti kehidupan harus didasari dengan kejernihan jiwa.
Tak selayaknya ancaman yang seolah menghakimi menimbulkan pertarungan dalam keutuhan nilaimu.
Majulah bersama waktumu. Tenanglah seiring hatimu. Kuatlah dengan tekun tanpa dihantui keterpurukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kursus Tari Klasik Yogyakarta di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa

Tidak semua penduduk Jogja mengerti tentang kegiatan di nDalem Pujokusuman. Padahal sudah banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat itu. Selain karena ingin melihat kegiatan yang ada disana, mereka umumnya juga turut serta mengikuti kegiatan itu. Sebagian besar dari mereka dilatarbelakangi oleh rasa cinta yang tinggi terhadap seni klasik gaya Yogyakarta. Lalu kegiatan apakah yang ada disana? Dalam tulisan ini akan saya coba jelaskan mengenai aktifitas yang ada disana. Sebagai permulaan, saya perkenalkan terlebih dahulu mengenai Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa yang lebih dikenal dengan sebutan YPBSM. Pamulangan beksa berarti pembelajaran tari, dan Sasminta adalah nama pendiri yayasan tersebut. Beralamat di nDalem Pujokusuman MG I/338 Yogyakarta. YPBSM adalah suatu yayasan yang bergerak dalam bidang seni dan budaya klasik khususnya tari klasik gaya Yogyakarta. Dari awal berdirinya yayasan ini sudah menempati nDalem Pujokusuman, sehingga pendopo tersebut s...

Bedhaya Sri Kawuryan dalam "World Dance Day 7" di Solo (Review)

Foto 1 .Penari Bedhaya Sri Kawuryan dalam sikap awal.(www.flickr.com:2013) Tari Bedhaya Sri Kawuryan diciptakan oleh Paku Alam IX yang melambangkan seseorang yang mengarungi dinamika kehidupan dan selalu berharap akan menemukan keselarasan. Tari ini dipentaskan pada Hari Tari Sedunia ( World Dance Day ) di Solo Menari 24 Jam, tanggal 29 April 2013 (malam). Bedhaya Sri Kawuryan menggambarkan tentang manisnya kehidupan dan kebersamaan, kesejahteraan, ketenteraman, dan kedamaian merupakan anugerah yang selalu dimohonkan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Gerak tari y an g menyatu d en g an  irama gending bermaksud mengungkap keragaman fenomena dinamika y an g berlangsung d a l a m kehidupan . Dalam tari ini Sri Paduka Paku Alam IX mencoba menggambarkan dinamika kehidupan dalam dua karakter penari ( batak  dan  endhel ) yang merupakan simbol dari keberadaan beliau dengan sang istri dalam istana.

Paradigma Seni Tradisi dalam Dunia Entertainment

  Berawal dari tulisan sebelumnya yang berjudul "Seniman, Tradisi, dan Entertainment", dalam tulisan kali ini saya ingin mengajak Anda para pembaca untuk aktif dalam mendiskusikan permasalah umum terjadi di sekitar kita, khususnya berkenaan dengan seni tradisi. Paradigma yang berkembang tidak tentu arah, meskipun saat ini pemerintah sedang gencar membangkitkan kembali semangat tradisi di setiap daerah. Keadaan ini harus disikapi dengan kedewasaan berfikir dan disesuaikan dengan kondisi zaman yang tidak dapat disamakan dengan saat kesenian itu mulai muncul. Semoga Anda termasuk salah satu warga negara yang perduli dengan keberadaan dan nasib kesenian tradisi milik kita bersama. Tari Bedhaya Partakrama di Bangsal Sri Manganti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Doc.Habib:2013) 1. Mengapa pertunjukan yang   nyeleneh   lebih diminati oleh penonton? Karena masyarakat Indonesia pada umumnya yang dalam hal ini berperan sebagai penonton tidak dapat meresapi makna seb...

Agama dalam Perspektif Budaya di Yogyakarta

       Pluralisme bukan hal yang asing lagi bagi negara besar seperti Indonesia. Keadaan tersebut seringkali menimbulkan isu negatif yang pada realitanya dapat merusak keutuhan bangsa dan negara. Berbagai bentuk pengrusakan tersebut selalu berjalan secara tidak langsung bahkan terkadang tidak banyak yang menyadari bahwa sebenarnya selalu ada motif dibalik itu. Peran pemerintah sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai ancaman yang terjadi. Tentunya kita berharap bahwa konflik yang sempat terjadi di Poso pada tahun 1998 tidak akan terulang kembali dan juga tidak akan berjangkit pada daerah lain. Namun implementasinya selalu bergantung pada apa yang dilakukan pemerintah dan bagaimana warga negara menerapkannya. Dalam hal ini agama selalu disinggung sebagai pelaku utama dalam setiap ketegangan yang terjadi. Agama selalu disangkutkan dalam setiap permasalahan yang mengandung unsur kebudayaan. Meskipun sebenarnya agama dapat tetap berjalan secara harmonis...