Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label budaya

Lagu Dolanan Anak: Tak Kenal Maka Tak Cinta

Waktu kecil, kita terutama saya pasti familiar dengan lagu-lagu singkat yang umumnya berisi tentang tema permainan atau sebuah kelakar. Oleh karena saya orang Jawa, maka lagu-lagu yang saya kenal waktu itu sebagian besar lagu berbahasa Jawa. Di Yogyakarta, umumnya lagu-lagu ini disebut dengan Lagu Dolanan Anak. Tidak hanya satu atau dua karena banyak sekali Lagu Dolanan Anak yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya, misalnya Jamuran , Gundhul-gundhul Pacul , Padhang Rembulan , Sluku-sluku Bathok , Menthok , dan masih banyak lagi. Lagu-lagu tersebut pada dasarnya tidak diajarkan secara formal, seperti di sekolah tetapi biasanya dikenalkan dari mulut ke mulut baik dari lingkungan teman-teman sekitar, ataupun oleh orang tua di rumah. Akan tetapi patut disayangkan, sebab saat ini hanya segelintir anak yang mengenali lagu-lagu tersebut. Siapakah yang berperan penting memperkenalkan lagu-lagu ini kepada anak-anak penerus budaya bangsa??

Pejuang Budaya Jawa di Kota Metropolitan

Kali ini lagi-lagi saya berbicara tentang Jakarta. Di pusat kota yang begitu megah ini, ternyata terdapat sebuah gedung kecil yang menawan dan menarik hati saya untuk melihat lebih dekat. Gedung ini terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di sebelah Terminal Bus Senen bernama Gedung Kesenian Bharata. Dari luar gedung sudah dapat kita rasakan suasana klasik dan aroma Jawa yang begitu melekat. Yaah..ternyata di dalam gedung ini terdapat sebuah pertunjukan seni yang dilakukan secara kontinyu sejak tahun 1972. Luar biasa.. Foto 1. Gedung Kesenian Bharata tampak depan. (Sumber:  http://www.panoramio.com/photo/76711747 ) Pertunjukan Wayang Orang Bharata adalah satu-satunya pertunjukan seni wayang orang Jawa yang terdapat di Jakarta. Belum banyak warga Jakarta yang mengetahui keberadaannya, tapi tentu saja ada yang sudah tahu tapi melupakannya. Meskipun agak miris melihat realita keberadaannya, hal itu tidak menjadi masalah besar karena sampai hari ini pun masih bany...

Bedhaya Sri Kawuryan dalam "World Dance Day 7" di Solo (Review)

Foto 1 .Penari Bedhaya Sri Kawuryan dalam sikap awal.(www.flickr.com:2013) Tari Bedhaya Sri Kawuryan diciptakan oleh Paku Alam IX yang melambangkan seseorang yang mengarungi dinamika kehidupan dan selalu berharap akan menemukan keselarasan. Tari ini dipentaskan pada Hari Tari Sedunia ( World Dance Day ) di Solo Menari 24 Jam, tanggal 29 April 2013 (malam). Bedhaya Sri Kawuryan menggambarkan tentang manisnya kehidupan dan kebersamaan, kesejahteraan, ketenteraman, dan kedamaian merupakan anugerah yang selalu dimohonkan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Gerak tari y an g menyatu d en g an  irama gending bermaksud mengungkap keragaman fenomena dinamika y an g berlangsung d a l a m kehidupan . Dalam tari ini Sri Paduka Paku Alam IX mencoba menggambarkan dinamika kehidupan dalam dua karakter penari ( batak  dan  endhel ) yang merupakan simbol dari keberadaan beliau dengan sang istri dalam istana.