Tepatnya dua puluh tiga bulan kami tak terpisahkan. Iya Mom..sebagai ibu dan anak, kami selalu bersama sepanjang hari. Terlebih saat dia akan tidur, harus ada saya di sampingnya. Tanpa ada saya sudah pasti dia menangis dan minta digendong selama tidurnya.
Kinandari buah hati saya memang sedikit aleman (manja) tapi cerdas. Sebagai ibu, saya bangga memiliki Kinan dan tentu saja ayahnya demikian.
Sebulan sebelum dia genap berusia dua tahun, saya dan suami berniat menyapihnya. Ada beberapa alasan mengapa saya harus menyapihnya di usia ini, yaitu:
- Usia Kinan sudah hampir 2 tahun. Usia ini menjadi patokan dalam medis untuk menghentikan konsumsi ASI bagi balita.
- Produksi ASI saya mulai sedikit. Sehari hanya bisa menyusui paling banyak 2 kali, terkadang tidak keluar sama sekali.
- Berat badan Kinan sulit naik karena pengaruh selera makan yang rendah. Saya berpikir mungkin saja bila berhenti menyusu selera makannya akan meningkat.
- Kinan belum bisa tidur mandiri tanpa menyusu. Mengingat usianya yang mulai bertambah maka ia harus meninggalkan kebiasaan menyusu (ngempeng) sebelum tidur.
- Apabila di usia lebih dari 2 tahun masih menyusu maka Kinan akan kekurangan asupan gizi, sebab ASI yang tersedia sudah tidak mencukupi kebutuhannya. Selain itu kadar dan kualitas ASI di usia ini sudah tidak efektif lagi bagi tumbuh kembangnya.
Itulah beberapa alasan mengapa saya harus mengambil langkah untuk segera menyapih Kinan. Jujur saja kalau boleh memilih, saya tidak ingin melepasnya Mom. Bisa dibayangkan bagaimana sedih dan terharu bila mengingat masa awal menyusui. Setiap 2 jam saya harus selalu siap memberikan ASI untuk Kinan. Saat pergipun selalu ingat Kinan dan ingin bergegas pulang menemaninya. Kami memiliki ikatan batin yang tidak bisa dipahami oleh orang lain, sekalipun ayahnya. Oleh karena itulah betapa berat hati saya melepas Kinan.
Hari itupun tiba.
Ayahnya pulang ke Jogja demi proses menyapih. Saya yakin tanpa ada ayahnya pasti rencana ini tidak akan berhasil. Tapi Mom, saya sedikit kecewa karena tidak dapat melakukan proses menyapih yang saya inginkan. Sebenarnya saya ingin dengan cara bertahap agar Kinan tidak stress dan trauma. Akan tetapi karena keterbatasan waktu pulang ayahnya, keadaan ini terjadi.
Ayahnya pulang ke Jogja demi proses menyapih. Saya yakin tanpa ada ayahnya pasti rencana ini tidak akan berhasil. Tapi Mom, saya sedikit kecewa karena tidak dapat melakukan proses menyapih yang saya inginkan. Sebenarnya saya ingin dengan cara bertahap agar Kinan tidak stress dan trauma. Akan tetapi karena keterbatasan waktu pulang ayahnya, keadaan ini terjadi.
•
Malam pertama.
Saat itu saya yakin Kinan masih berpikiran mau tidur malam dengan menyusu dan tidur bersama saya. Tapi kami memupuskan harapannya, mulai malam ini tidak ada ASI untuk Kinan. Ayahnya menggendong saat Kinan mulai menangis ingin bersama saya. Adegan ini seperti drama Mom. Jujur saya tidak tega dan hati seakan habis malam itu juga. Kinan terus menangis digendong ayahnya sambil diberi pengertian. Sekitar 1 jam akhirnya dia ada dalam pelukan saya dengan sisa sesenggukan tangisnya. Saya peluk dengan erat dan air mata saya pun jatuh tanpa henti. Kinan pun tertidur dalam pelukan gendongan saya.
Malam ini belum selesai sampai di sini. Sebelum subuh Kinan terbangun lagi dan bilang sedikit berbisik "Mama neneen.." Duh Gusti saya tak kuasa menahan tangis lagi, akhirnya saya susui Kinan meski hanya sebentar karena dia tertidur kelelahan. Ayahnya mungkin tidak tahu betapa hancur hati saya malam itu. Tapi sekali lagi ini harus saya lakukan demi pertumbuhan Kinan. Saya pun harus rela menghabiskan hati saya demi melepas Kinan.
•
Malam Kedua.
Tidak jauh berbeda dari malam sebelumnya. Kinan tetap meronta dan menangis meminta ASI. Kali ini dia menangis hingga hati saya seakan terlepas Mom. Saya keluar kamar meninggalkan dia dan ayahnya. Di luar kamar saya tak kuasa menahan sakit hati ini. Terlebih saat mendengar ayahnya memberi pengertian dengan cara yang berlebihan. Saat mendengarnya dunia seakan berhenti, hanya suara jantung saya yang terdengar. Ya Allah mengapa seperti ini deritanya? Kinan pun berkata "Mama..mama" saya bergegas meraih dan memeluknya. Kembali dia tertidur dalam gendongan saya. "Kinan, mama mencintaimu nduk.. " (saya kecupi wajahnya).
Setelah Kinan tertidur giliran saya yang tidak dapat menghentikan aliran tangis ini. Ayahnya berusaha menenangkan saya, tapi dia tidak tahu bagaimana rasanya menjadi ibu. Lagi-lagi malam itu hati saya benar-benar habis..
•
Alhamdulillah.
Syukur kepada Allah dua malam derita sudah terlewati, dan malam ketiga sudah tidak begitu mendrama. Kinan mulai mengerti bahwa saat ini dia tidak tidur dengan menyusu. Kinan anak yang cerdas, begitu mudah memberi pengertian padanya bahwa ASI ini sudah tidak baik untuknya. Malam ketiga dan berikutnya Kinan selalu ingin tidur dengan pelukan saya. Kehangatan di antara kami semakin erat dan kasih sayang kami tak terpisahkan.
Syukur kepada Allah dua malam derita sudah terlewati, dan malam ketiga sudah tidak begitu mendrama. Kinan mulai mengerti bahwa saat ini dia tidak tidur dengan menyusu. Kinan anak yang cerdas, begitu mudah memberi pengertian padanya bahwa ASI ini sudah tidak baik untuknya. Malam ketiga dan berikutnya Kinan selalu ingin tidur dengan pelukan saya. Kehangatan di antara kami semakin erat dan kasih sayang kami tak terpisahkan.
••
Banyak cerita baik di pagi, siang, sore, malam, dan hari berikutnya antara kami berdua. Kinan menjadi semakin aleman dan selalu ingin didekap saya. Demikian juga dengan saya, tidak ingin rasanya jauh dari Kinan. Hati serasa terpanggil untuk selalu memperhatikan dan membelainya.
Perubahan besar yang terjadi dalam proses menyapih ini sudah saya rasakan, yaitu:
- Kinan semakin dekat dengan saya. Sebelum tidur selalu ingin dipeluk dan dibelai. Hati kami menyatu dalam ikatan cinta.
- Kinan menjadi gemar makan. Nafsu makannya bertambah tanpa disuruh dan dipaksa.
- Kinan menjadi lebih mandiri dengan tidak mengandalkan "nenen" sebagai penghantar tidurnya.
- Meskipun sekarang jadi agak cengeng namun inilah efeknya. Saya pun memahami. Hal ini menjadi cambukan untuk saya agar lebih memperhatikannya setiap saat. Saya tidak ingin Kinan berpikiran mamanya tidak sayang lagi dengannya.
- Hari-hari yang kami lalui menjadi semakin hangat dan menyenangkan. Kinan lebih mesra, manja, dan selalu perhatian dengan saya. Seolah Kinan menganggap saya sangat berarti untuknya. Ini yang saya rasakan.
Semoga proses menyapih ini bisa menjadi pelajaran untuk Mommy semua. Jangan ditiru karena ini salah. Proses WWL (Weaning With Love) tidak akan menyakiti hati siapapun, baik ibu maupun anak. Lakukanlah proses menyapih secara bertahap dan jangan memaksa karena setiap anak berbeda. Hal yang ditakutkan bisa menjadi luka dan trauma psikis untuk anak Mommy.
Alhamdulillah sejauh ini Kinan pintar dan cerdas dalam memahami proses sapih ini, bahkan melepas dengan sendirinya. Memang sebelum ini sudah saya mulai dengan tidak memberikan ASI di tidur siang dan tidak pernah menawarinya, serta memberi pengertian tiap hari bahwa ASI ini sudah tidak baik baginya. Perang dengan orang sekitar bahkan perang dengan batin harus saya lalui. Meski berat melepas Kinan tapi ini harus saya lakukan.
Proses yang saya lakukan ini tidak sempurna karena harus ada tangis dan hati yang tersakiti. Saya dan Kinanlah yang mampu merasakannya, tidak yang lain. Tapi manfaat besar bagi tumbuh kembangnya sudah saya rasakan saat ini.


Komentar
Posting Komentar