| S. Sudjojono - "Seko" (rezaraharjadmpntb.blogspot.co.id) |
Tidak hanya tentang sebuah karya. Seni mencakup seluruh kehidupan manusia. Bertutur kata, bersikap, bertindak, berpakaian, bekerja, mengambil keputusan, menciptakan sesuatu, hingga memasak pun turut menghadirkan seni. Bukan hanya itu saja karena seni tidak terbatas. Seni tari, musik, teater, serta seni rupa hanyalah cabang ilmu dari seni dan bagian kecil dari makna seni yang sebenarnya.
Aristotle: Ciri khas seni adalah mengupas alam dari hakikat yang sebenarnya, menurunkan manusia atau meninggikannya. Seni merupakan imitasi alam tapi membawa kebaikan atau merubahnya. Seni peniruan alam itu karakternya harus lebih dari kenyataan alam. Karena keindahan yang luar biasa ini menjadi seolah-olah tidak nyata (Hajar Pamadhi, 2012:43).
Seni adalah tentang Rasa. Manusia sebagai makhluk yang berakal dan bernurani pasti memiliki rasa dalam dirinya. Rasa mengatur segala sendi kehidupan manusia. Senang, sedih, gembira, marah, duka adalah bagian dari rasa yang selalu ada. Sama halnya dengan seni yang mampu mengatur dan menjaga perasaan manusia. Seni menumbuhkan kepekaan rasa sehingga manusia memiliki sensitivitas terhadap lingkungan di sekitarnya.
Seni dapat mengatur perasaan termasuk tingkah laku manusia. Di dalamnya terdapat etika yang dibutuhkan dalam kehidupan sebagai makhluk sosial. Tanpa seni manusia tidak akan mampu mengontrol ucapan dan perbuatannya. Bisa dibayangkan bagaimana jika seluruh manusia menyadari keberadaan seni dan mampu menerapkannya, maka dunia akan senantiasa damai.
Seni berhubungan dengan indera. Pendekatan indera merupakan media pemaknaan seni dalam sendi kehidupan manusia. Indera merupakan bagian sensitif dan sakral yang berhubungan langsung dengan rasa. Keberadaan indera secara tidak langsung menjelaskan bahwa seni ada dalam jiwa dan hati manusia.
Seni adalah tentang keindahan yang tidak terbatas. Segala bentuk aktivitas, pekerjaan, hasil karya, dan apapun itu dapat dikatakan indah apabila disadari bahwa itu indah. Keindahan adalah berbicara tentang estetika, dan seni adalah sumber keindahan. Betapa kelam dan suram dunia ini tanpa adanya keindahan. Keindahan hanya dapat dirasakan dan dinikmati, tapi tidak semua orang mampu menyatakan keindahan. Hanya manusia yang menyadari makna dari senilah yang mampu menjelaskan tentang keindahan.
Banyak orang memandang seni sebelah mata, bahkan menganggap seni itu tidak ada. Memang benar seni tidak tampak tetapi seni itu Ada. Kehadirannya hanya mampu dirasakan dan diilhami penikmatnya. Mereka tidak sadar bahwa seni ada dalam bagian hidupnya, bahkan ketika ia menyisir rambut atau membereskan tempat tidur. Memang benar mereka tidak menyadarinya, dan mungkin hal ini juga berlaku pada Anda. Apakah Anda menyepelekan seni? Kalau iya, coba resapi dan pahamilah apakah dalam setiap hidup Anda tidak ada unsur seni? Jika jawaban Anda tetap Iya maka maaf mungkin saja jiwa dan hati Anda telah mati, atau Anda adalah seorang pembohong.
*Bagian 1*
*Bagian 1*
Komentar
Posting Komentar