Langsung ke konten utama

Postingan

Program Pembinaan Dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen) di Nglipar, Gunung Kidul

Desa Katongan merupakan sebuah desa yang mempunyai potensi luar biasa dalam hal kesenian tradisi. Desa ini terdiri dari beberapa dusun, salah satunya adalah Dusun Nglebak. Dalam kegiatan Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen) yang diselenggarakan oleh ISI Yogyakarta, saya bersama ke enam mahasiswa ISI lainnya ditugaskan di dusun tersebut. Tugas kami adalah membina kesenian yang ada di Dusun Nglebak agar lebih menarik dan lebih diminati oleh masyarakat luas. Seperti yang dicita-citakan oleh Bapak Kepala Dukuh Nglebak untuk menjadikan Desa Katongan sebagai Desa Wisata.

Cerita Trimester Pertama

Kali ini aku akan berbagi cerita tentang pengalaman pertama menjadi bumil alias ibu hamil. Sebenarnya saat ini usia kandunganku sudah masuk minggu ke-12 tapi di tulisan ini aku cerita dari bulan pertama ya dear.. ** Bulan Pertama Awalnya aku gak ngira bakalan dikasih anugerah secepat ini, karena aku dan suami berencana hiking ke Gunung Merbabu libur lebaran ini. Tapi syukur Alhamdulillah atas berkah Allah Yang Maha Kuasa jalan berkata lain, pagi hari itu aku terharu karena hasil tespack menunjukkan strip 2 yang berarti positif hamil. Lalu hari itu juga aku dan suami membatalkan rencana kami naik gunung, berganti dengan mencari rumah sakit bersalin untuk memeriksakan kepastian kehamilan ini. Rasanya seperti dikasih sesuatu yang luar biasa dan belum pernah kamu bayangkan sebelumnya dear.. Subhanallah...

Pejuang Budaya Jawa di Kota Metropolitan

Kali ini lagi-lagi saya berbicara tentang Jakarta. Di pusat kota yang begitu megah ini, ternyata terdapat sebuah gedung kecil yang menawan dan menarik hati saya untuk melihat lebih dekat. Gedung ini terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di sebelah Terminal Bus Senen bernama Gedung Kesenian Bharata. Dari luar gedung sudah dapat kita rasakan suasana klasik dan aroma Jawa yang begitu melekat. Yaah..ternyata di dalam gedung ini terdapat sebuah pertunjukan seni yang dilakukan secara kontinyu sejak tahun 1972. Luar biasa.. Foto 1. Gedung Kesenian Bharata tampak depan. (Sumber:  http://www.panoramio.com/photo/76711747 ) Pertunjukan Wayang Orang Bharata adalah satu-satunya pertunjukan seni wayang orang Jawa yang terdapat di Jakarta. Belum banyak warga Jakarta yang mengetahui keberadaannya, tapi tentu saja ada yang sudah tahu tapi melupakannya. Meskipun agak miris melihat realita keberadaannya, hal itu tidak menjadi masalah besar karena sampai hari ini pun masih bany...

Seputaran Pasar Tradisional

Jakarta .. Hanya dua kata yang terlintas saat mendengar nama ibu kota Negara Indonesia itu, yaitu panas dan macet. Jelas tidak salah kan? Karena kepadatan penduduk serta rutinitas hiruk pikuk warga Jakarta selalu diperbincangkan baik di media televisi, surat kabar, maupun media sosial. Setiap pukul 06.00 – 09.00 maupun 16.00 – 18.00 WIB di setiap sudut kota selalu dihiasi dengan kemacetan lalu lintas diiringi deru klakson yang semakin meramaikan suasana. Bagaimana tidak? Karena jam tersebut merupakan jam berangkat dan pulang bagi pegawai kantor, anak sekolah, mahasiswa, supir angkot/ bus way , pedagang, buruh, dan sebagainya yang intinya menjadi jam sibuk bagi lalu lintas kota. Realita budaya ini merupakan hal yang wajar bagi sebuah kota yang menjadi pusat perekonomian negara.

Nikah Itu, Takut atau Indah?

Pernikahan adalah hal yang sangat kompleks. Tidak banyak yang menyadari bahwa pernikahan tidak hanya sekedar melegalkan sebuah hubungan asmara, karena jauh dari pada itu pernikahan merupakan sekumpulan persoalan yang indah. Dikatakan indah karena akan menjadi dasar bagi hubungan kedua mempelai selanjutnya. Dikatakan indah karena hampir semua pasangan yang menuju ke pernikahan akan mengalami hal serupa. Seperti anak sekolah yang sedang menempuh ujian, dalam pernikahan ini pun sepasang calon mempelai sedang menjalani ujian menuju ke level selanjutnya. Berikut ini adalah garis besar dari ujian yang selalu dialami pasangan menuju proses pernikahan:

Bedhaya Sri Kawuryan dalam "World Dance Day 7" di Solo (Review)

Foto 1 .Penari Bedhaya Sri Kawuryan dalam sikap awal.(www.flickr.com:2013) Tari Bedhaya Sri Kawuryan diciptakan oleh Paku Alam IX yang melambangkan seseorang yang mengarungi dinamika kehidupan dan selalu berharap akan menemukan keselarasan. Tari ini dipentaskan pada Hari Tari Sedunia ( World Dance Day ) di Solo Menari 24 Jam, tanggal 29 April 2013 (malam). Bedhaya Sri Kawuryan menggambarkan tentang manisnya kehidupan dan kebersamaan, kesejahteraan, ketenteraman, dan kedamaian merupakan anugerah yang selalu dimohonkan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Gerak tari y an g menyatu d en g an  irama gending bermaksud mengungkap keragaman fenomena dinamika y an g berlangsung d a l a m kehidupan . Dalam tari ini Sri Paduka Paku Alam IX mencoba menggambarkan dinamika kehidupan dalam dua karakter penari ( batak  dan  endhel ) yang merupakan simbol dari keberadaan beliau dengan sang istri dalam istana.

Paradigma Seni Tradisi dalam Dunia Entertainment

  Berawal dari tulisan sebelumnya yang berjudul "Seniman, Tradisi, dan Entertainment", dalam tulisan kali ini saya ingin mengajak Anda para pembaca untuk aktif dalam mendiskusikan permasalah umum terjadi di sekitar kita, khususnya berkenaan dengan seni tradisi. Paradigma yang berkembang tidak tentu arah, meskipun saat ini pemerintah sedang gencar membangkitkan kembali semangat tradisi di setiap daerah. Keadaan ini harus disikapi dengan kedewasaan berfikir dan disesuaikan dengan kondisi zaman yang tidak dapat disamakan dengan saat kesenian itu mulai muncul. Semoga Anda termasuk salah satu warga negara yang perduli dengan keberadaan dan nasib kesenian tradisi milik kita bersama. Tari Bedhaya Partakrama di Bangsal Sri Manganti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Doc.Habib:2013) 1. Mengapa pertunjukan yang   nyeleneh   lebih diminati oleh penonton? Karena masyarakat Indonesia pada umumnya yang dalam hal ini berperan sebagai penonton tidak dapat meresapi makna seb...