Langsung ke konten utama

Postingan

Sebuah Cerita: Menyapih Dengan Cinta

Tepatnya dua puluh tiga bulan kami tak terpisahkan. Iya Mom..sebagai ibu dan anak, kami selalu bersama sepanjang hari. Terlebih saat dia akan tidur, harus ada saya di sampingnya. Tanpa ada saya sudah pasti dia menangis dan minta digendong selama tidurnya.

Seni Sendi Kehidupan

  S. Sudjojono - "Seko" (rezaraharjadmpntb.blogspot.co.id) Tidak hanya tentang sebuah karya. Seni mencakup seluruh kehidupan manusia. Bertutur kata, bersikap, bertindak, berpakaian, bekerja, mengambil keputusan, menciptakan sesuatu, hingga memasak pun turut menghadirkan seni. Bukan hanya itu saja karena seni tidak terbatas. Seni tari, musik, teater, serta seni rupa hanyalah cabang ilmu dari seni dan bagian kecil dari makna seni yang sebenarnya.

Why We Need Arts Education?

REVIEW BUKU Judul  :  Why We Need Arts Education? Pengarang  :  Howard Cannatella Penerbit  :  Sense Publishers Tahun Terbit  :  2015 Judul Bab  :  Are All Aesthetic Pleasures Equal? Bab (Halaman)  :  5 (55-63) Ringkasan Pembahasan Garis besar dalam bab ini menjelaskan tentang cara menanamkan nilai estetika kepada siswa dalam pendidikan seni. Cara menilai suatu keindahan dalam seni tentunya berbeda, tergantung dari kemampuan penilaian seseorang yang diukur dengan banyak cara. Siswa perlu memahami cara menilai suatu seni agar nantinya siswa memiliki kemampuan menikmati kesenian dengan baik dan dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya. Selain itu, akan melatih siswa secara kognisi, persepsi, budaya dan perasaan, kekuatan, kelemahan serta pentingnya suatu pertunjukan dan karya seni untuk siswa.

Catatan Penting Awal MPASI

Haii mom.. Adakah mommy yang belum tau kepanjangan dari MPASI? Loh..gak masalah kok kalau belum tau. Jadi, MPASI itu kepanjangan dari Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Adapun makanan yang dimaksud bukan semata-mata menghentikan pemberian ASI pada bayi, tapi untuk menambah kebutuhan nutrisi dan gizi selain dari ASI.

Popok Kain, Pospak, Atau Clodi??

Hai Mom..sepertinya panggilan Mom lebih tepat untuk usia saat ini. Mengingat sudah menikah dan usia anak 8 bulan saat ini.. (ayee :D)  Sebenarnya sudah lama dan banyak sekali unek-unek yang ingin saya bagi dengan mommy semua. Tentu saja kaitannya dengan keseharian merawat dan mendidik anak kita tercinta. Kenyataannya antara niat menulis dengan waktu dan kesempatan tidak pernah senada. Semoga setelah tulisan ini akan berlanjut lagi seterusnya (ehehe..).

Memilih Yoga Atau Senam Hamil??

Masa kehamilan adalah masa yang paling membanggakan bagi para ibu, terutama bagi ibu muda seperti saya. Kehamilan pertama ini membuat saya selalu ingin tahu dan belajar mengenai berbagai hal seputar kehamilan dan persalinan. Mulai dari googling, bertanya pada teman maupun kerabat, membaca buku, sampai banyak bertanya ketika konsultasi dengan dokter kandungan. Hal ini saya lakukan semata hanya untuk kebutuhan sendiri, karena saya merasa perlu mempelajari dunia baru yang memang belum pernah saya jalani sebelumnya.

Lagu Dolanan Anak: Tak Kenal Maka Tak Cinta

Waktu kecil, kita terutama saya pasti familiar dengan lagu-lagu singkat yang umumnya berisi tentang tema permainan atau sebuah kelakar. Oleh karena saya orang Jawa, maka lagu-lagu yang saya kenal waktu itu sebagian besar lagu berbahasa Jawa. Di Yogyakarta, umumnya lagu-lagu ini disebut dengan Lagu Dolanan Anak. Tidak hanya satu atau dua karena banyak sekali Lagu Dolanan Anak yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya, misalnya Jamuran , Gundhul-gundhul Pacul , Padhang Rembulan , Sluku-sluku Bathok , Menthok , dan masih banyak lagi. Lagu-lagu tersebut pada dasarnya tidak diajarkan secara formal, seperti di sekolah tetapi biasanya dikenalkan dari mulut ke mulut baik dari lingkungan teman-teman sekitar, ataupun oleh orang tua di rumah. Akan tetapi patut disayangkan, sebab saat ini hanya segelintir anak yang mengenali lagu-lagu tersebut. Siapakah yang berperan penting memperkenalkan lagu-lagu ini kepada anak-anak penerus budaya bangsa??

Program Pembinaan Dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen) di Nglipar, Gunung Kidul

Desa Katongan merupakan sebuah desa yang mempunyai potensi luar biasa dalam hal kesenian tradisi. Desa ini terdiri dari beberapa dusun, salah satunya adalah Dusun Nglebak. Dalam kegiatan Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen) yang diselenggarakan oleh ISI Yogyakarta, saya bersama ke enam mahasiswa ISI lainnya ditugaskan di dusun tersebut. Tugas kami adalah membina kesenian yang ada di Dusun Nglebak agar lebih menarik dan lebih diminati oleh masyarakat luas. Seperti yang dicita-citakan oleh Bapak Kepala Dukuh Nglebak untuk menjadikan Desa Katongan sebagai Desa Wisata.

Cerita Trimester Pertama

Kali ini aku akan berbagi cerita tentang pengalaman pertama menjadi bumil alias ibu hamil. Sebenarnya saat ini usia kandunganku sudah masuk minggu ke-12 tapi di tulisan ini aku cerita dari bulan pertama ya dear.. ** Bulan Pertama Awalnya aku gak ngira bakalan dikasih anugerah secepat ini, karena aku dan suami berencana hiking ke Gunung Merbabu libur lebaran ini. Tapi syukur Alhamdulillah atas berkah Allah Yang Maha Kuasa jalan berkata lain, pagi hari itu aku terharu karena hasil tespack menunjukkan strip 2 yang berarti positif hamil. Lalu hari itu juga aku dan suami membatalkan rencana kami naik gunung, berganti dengan mencari rumah sakit bersalin untuk memeriksakan kepastian kehamilan ini. Rasanya seperti dikasih sesuatu yang luar biasa dan belum pernah kamu bayangkan sebelumnya dear.. Subhanallah...

Pejuang Budaya Jawa di Kota Metropolitan

Kali ini lagi-lagi saya berbicara tentang Jakarta. Di pusat kota yang begitu megah ini, ternyata terdapat sebuah gedung kecil yang menawan dan menarik hati saya untuk melihat lebih dekat. Gedung ini terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di sebelah Terminal Bus Senen bernama Gedung Kesenian Bharata. Dari luar gedung sudah dapat kita rasakan suasana klasik dan aroma Jawa yang begitu melekat. Yaah..ternyata di dalam gedung ini terdapat sebuah pertunjukan seni yang dilakukan secara kontinyu sejak tahun 1972. Luar biasa.. Foto 1. Gedung Kesenian Bharata tampak depan. (Sumber:  http://www.panoramio.com/photo/76711747 ) Pertunjukan Wayang Orang Bharata adalah satu-satunya pertunjukan seni wayang orang Jawa yang terdapat di Jakarta. Belum banyak warga Jakarta yang mengetahui keberadaannya, tapi tentu saja ada yang sudah tahu tapi melupakannya. Meskipun agak miris melihat realita keberadaannya, hal itu tidak menjadi masalah besar karena sampai hari ini pun masih bany...

Seputaran Pasar Tradisional

Jakarta .. Hanya dua kata yang terlintas saat mendengar nama ibu kota Negara Indonesia itu, yaitu panas dan macet. Jelas tidak salah kan? Karena kepadatan penduduk serta rutinitas hiruk pikuk warga Jakarta selalu diperbincangkan baik di media televisi, surat kabar, maupun media sosial. Setiap pukul 06.00 – 09.00 maupun 16.00 – 18.00 WIB di setiap sudut kota selalu dihiasi dengan kemacetan lalu lintas diiringi deru klakson yang semakin meramaikan suasana. Bagaimana tidak? Karena jam tersebut merupakan jam berangkat dan pulang bagi pegawai kantor, anak sekolah, mahasiswa, supir angkot/ bus way , pedagang, buruh, dan sebagainya yang intinya menjadi jam sibuk bagi lalu lintas kota. Realita budaya ini merupakan hal yang wajar bagi sebuah kota yang menjadi pusat perekonomian negara.

Nikah Itu, Takut atau Indah?

Pernikahan adalah hal yang sangat kompleks. Tidak banyak yang menyadari bahwa pernikahan tidak hanya sekedar melegalkan sebuah hubungan asmara, karena jauh dari pada itu pernikahan merupakan sekumpulan persoalan yang indah. Dikatakan indah karena akan menjadi dasar bagi hubungan kedua mempelai selanjutnya. Dikatakan indah karena hampir semua pasangan yang menuju ke pernikahan akan mengalami hal serupa. Seperti anak sekolah yang sedang menempuh ujian, dalam pernikahan ini pun sepasang calon mempelai sedang menjalani ujian menuju ke level selanjutnya. Berikut ini adalah garis besar dari ujian yang selalu dialami pasangan menuju proses pernikahan:

Bedhaya Sri Kawuryan dalam "World Dance Day 7" di Solo (Review)

Foto 1 .Penari Bedhaya Sri Kawuryan dalam sikap awal.(www.flickr.com:2013) Tari Bedhaya Sri Kawuryan diciptakan oleh Paku Alam IX yang melambangkan seseorang yang mengarungi dinamika kehidupan dan selalu berharap akan menemukan keselarasan. Tari ini dipentaskan pada Hari Tari Sedunia ( World Dance Day ) di Solo Menari 24 Jam, tanggal 29 April 2013 (malam). Bedhaya Sri Kawuryan menggambarkan tentang manisnya kehidupan dan kebersamaan, kesejahteraan, ketenteraman, dan kedamaian merupakan anugerah yang selalu dimohonkan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Gerak tari y an g menyatu d en g an  irama gending bermaksud mengungkap keragaman fenomena dinamika y an g berlangsung d a l a m kehidupan . Dalam tari ini Sri Paduka Paku Alam IX mencoba menggambarkan dinamika kehidupan dalam dua karakter penari ( batak  dan  endhel ) yang merupakan simbol dari keberadaan beliau dengan sang istri dalam istana.

Paradigma Seni Tradisi dalam Dunia Entertainment

  Berawal dari tulisan sebelumnya yang berjudul "Seniman, Tradisi, dan Entertainment", dalam tulisan kali ini saya ingin mengajak Anda para pembaca untuk aktif dalam mendiskusikan permasalah umum terjadi di sekitar kita, khususnya berkenaan dengan seni tradisi. Paradigma yang berkembang tidak tentu arah, meskipun saat ini pemerintah sedang gencar membangkitkan kembali semangat tradisi di setiap daerah. Keadaan ini harus disikapi dengan kedewasaan berfikir dan disesuaikan dengan kondisi zaman yang tidak dapat disamakan dengan saat kesenian itu mulai muncul. Semoga Anda termasuk salah satu warga negara yang perduli dengan keberadaan dan nasib kesenian tradisi milik kita bersama. Tari Bedhaya Partakrama di Bangsal Sri Manganti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Doc.Habib:2013) 1. Mengapa pertunjukan yang   nyeleneh   lebih diminati oleh penonton? Karena masyarakat Indonesia pada umumnya yang dalam hal ini berperan sebagai penonton tidak dapat meresapi makna seb...

Konsep Estetis Kesenian Jaranan Senterewe Turangga Wijaya di Dusun Sorogenen, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

A. Deskripsi Jaranan Senterewe Turangga Wijaya merupakan kesenian rakyat yang sampai saat ini masih eksis di wilayah Sleman, khususnya di kecamatan Kalasan. Kesenian ini mempunyai latar belakang sejarah yang menarik sehingga keberadaannya di wilayah itu tidak diragukan lagi. Kesenian jaranan ini menggambarkan sekelompok pahlawan berkuda yang gagah dan gesit dalam medan pertempuran. Mereka menunjukkan kepiawaian berkuda dengan berbagai motif gerakan tari. Properti yang digunakan masing-masing pemain adalah kuda-kudaan (jaranan) yang terbuat dari anyaman bambu dan juga pecut .  Setiap pertunjukan disajikan dengan menampilkan sedikitnya empat kelompok jaranan yang masing-masing terdiri dari enam penari. Jaranan ini ditarikan oleh para penari putera, meskipun beberapa tahun lalu juga sempat ada kelompok penari puteri. Selain penari ada juga peran dalam pertunjukan ini yang disebut bujang ganong, barongan, dan kucingan . Bujang ganong   mempunyai peran khusus yang tersi...